Bermain Ke Taman Bunga Nusantara Cipanas

Sudah lama rasanya gue tidak pernah lagi menuliskan catatan perjalanan. Beberapa pekan belakangan ini, gue memang jarang bepergian jauh. Terakhir , gue mengunjungi Taman Bunga Nusantara, Cipanas.  Salah satu perjalanan yang cukup menyiksa dan karenanya gue malas menuliskannya. Bukan karena tujuan atau teman seperjalanan yang tidak asyik. Karena pergi bersama Kak Naga dan beberapa teman dari Tim UG menjaminkan sebuah pengalaman yang seru. Gue merasa tersiksa karena kondisi badan gue yang tidak fit pada hari itu. Gue sedang diare sejak semalam sebelum keberangkatan. Namun tidak usahlah menceritakan peristiwa yang tidak mengenakkan. Bukankah lebih baik mengenang bagian yang menyenangkan saja.

2 Februari 2013

Rilla yang pertama kali mengemukakan keinginannya untuk pergi ke Taman Bunga Nusantara. Kemudian selepas itu, idenya menguap begitu saja. Karena kangen jalan bersama mereka, akhirnya gue menawarkan lagi untuk benar-benar pergi ke sana. Untunglah sebagian besar tertarik untuk ikut. Gue pun mengajak Kak Naga yang rumahnya dekat lokasi sebagai pemandu kami.  Di pagi hari, dengan badan yang lemas gue pun berangkat ke Terminal Kampung Rambutan. Sesampainya di sana, Rilla, Nina, Irfan, Dino, Dido sudah menunggu. Setelah Dion datang, kami pun menaiki bus antar kota tujuan Cianjur. Tak perlu ragu untuk menaiki angkutan umum, dengan ongkos lima belas ribu rupiah kendaraannya cukup nyaman untuk bepergian. Setelah dua jam, akhirnya kami sampai di Cipanas. Kami turun tepat sebelum Pasar Cipanas. Kami menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan menyambung angkutan kota warna ungu. Kami naik dari belokan dekat Pasar Cipanas menuju Taman Bunga Nusantara dengan ongkos lima ribu rupiah per orang.

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

Setengah jam sesudahnya, kami pun sampai di depan gerbang Taman Bunga Nusantara. Tiket masuknya seharga dua puluh lima ribu rupiah dengan tambahan lima ribu rupiah lagi jika ingin menaiki trem keliling Taman Bunga Nusantara. Kami sendiri lebih memilih untuk mengitari taman seluas sekitar tiga puluh hektar dengan berjalan kaki. Memang terdengar luas sekali tetapi Kak Naga meyakinkan kami bahwa masih masuk akal untuk mengitari keseluruhan taman  dengan berjalan kaki. Hujan belum juga berhenti ketika kami masuk ke dalamnya. Kami pun bersantai dahulu hingga hujan mereda dan barulah kaki menyusuri Taman Bunga Nusantara. Ini merupakan kunjungan kedua gue ke sini setelah sepuluh tahun lamanya. Kala itu gue menjadi pemandu acara perpisahan sekolah dasar. Ah ternyata, bakat memandu acara sudah ada sejak gue kecil.

Yang langsung menarik perhatian kami adalah topiari merak raksasa. Rangkaian bunga warna-wani yang menyelubunginya menjadikan merak itu begitu cantik. Dalam jangka waktu tertentu, bunga-bunga tersebut diganti sehingga warna dari topiari ini berubah-ubah sepanjang tahun. Dari berbagai arah yang bisa dituju, kami memilih untuk bergerak ke kiri. Di mana kami menemukans ebuah kolam yang tampak biasa saja. Menurut gue, sehrusnya kolam tersebut diisi lebih banyak bunga teratai sehingga terlihat lebih menarik. Sedangkan di bagian kiri jalan ada dua topiari dinosaurus raksasa yang memikat seperti halnya topiari merak.

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

*Sumber: Dahlia Naga*

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

Melangkah terus, lalu kami berbelok di Taman Mawar. Sayangnya tumbuhan mawarnya tidak banyak yang sedang berbunga. Namun, adanya air mancur kecil di tengah membuat taman ini kelihatan cantik. Seperti air mancur di seberang taman ini di Taman Perancis. Gue suka dengan taman ini karena begitu cantik dengan tumbuhan yang dipangkas rendah dan bunga yang letaknya di bawah. Di taman yang berbetuk geometris ini juga terdapat kursi di sisi luar, tempat beristirahat sejenak. Oh, sebenarnya yang paling menarik adalah air mancur menari yang ukurannya jauh lebih besar. Namun karena ramai orang, teman-teman gue urung mendekat.

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

*Sumber: Dahlia Naga*

Lanjut lagi menyusuri jalanan yang nyaman dan berjumapalah kami dengan Taman Amerika. Namun seingat gue, kami tidak memasukinya dan lebih milih Dahlia Corner. Di dalamnya ada sebuah rumah yang bisa disewakan jika ingin menginap. Namun sepertinya tidak ada seorangpun yang menginap. Sehingga kami bisa leluasa berfoto. Di gapura khas bangunan pura , kami memasuki Taman Bali. Di dalamnya, tanaman hijau begitu rapat dengan hawa yang lembap. Mungkin karena ada kolam yang melintas di tengah taman ini. Gue sendiri tidak begitu nyaman di sini. Kami kemudian keluar dari pintu yang berbeda dari arah masuk dan bertemu dengan ibu-ibu pekerja taman. Sifat iseng kami pun muncul dan berfotolah kami dengan mereka. Untungnya saja ibu-ibu ini mau dan ramah ketika diajak foto bersama.

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

*Sumber: Dahlia Naga*

*Sumber: Dahlia Naga*

Setelah itu kami sampai di Taman Mediterania dengan koleksi kaktusnya. Di sini merupakan taman favorit Kak Naga karena ada rumah di taman ini yang bagus untuk dibuat sebagai latar belakang. Tidak seperti di Indonesia, begitu katanya. Tak menyia-nyiakan kesempatan kami pun langsung berfoto di sana. Kami sempat berteduh agak lama di rumah tersebut karena hujan menderas lagi. Kami pun memutuskan setelah ini kami berputar ke arah pintu keluar. Sebenarnya masih banyak sekali taman yang bisa dikunjungi. Ataupun tempat menarik lainnya seperti tempat piknik ataupun alam imajinasi. Tempat bermain anak-anak dimana dulu gue ingat pernah bermain  bom-bom car dan go kart.

*Sumber: Dahlia Naga*

*Sumber: Dahlia Naga*

Tujuan terakhir kami adalah Labirin yang sudah diidam-idamkan Rilla. Dia kepengin jadi seperti anak-anak yang berusaha menemukan sebuah jalan keluar di salah satu adegan film Harry Potter. Gue dan Kak Naga tidak ikut masuk ke dalam labirin dan memilih untuk menaiki menara pandang. Dari sini kami memotret mereka yangs edang kebingungan mencari taman di tengah labirin. Sepertinya tidak sulit menemukannya tetapi tidak ketika kembali ke pintu masuk. Mereka membagi menjadi dua kelompok dan berlomba siapa yang paling cepat menemukan pintu keluar. Lucu juga melihat mereka kecewa ketika memasuki jalan buntu dan mencari jalan yang lain. Akhirnya tim Nina, Rilla dan Dino lah yang memenangi permainan ini.

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

*Sumber: Fb Adhalina Maria*

 

*Sumber: Dahlia Naga*

Sayang sekali cuaca sehabis hujan membuat langit mendung dan terkesan murung. Kondisi fiisk gue yang semakin menurun selama perjalanan juga membuat kami tak bisa menyambangi seluruh area di Taman Bunga Nusantara. Walaupun perjalanan kali ini tidak maksimal. Namun tak mengapa, di antara banyak kesusahan dan menahan rasa sakit sepanjang hari. Ada tawa dan canda yang menyenangkan hati. Biarlah fisik menderita yang penting jiwa bahagia. Ah gue semakin cinta dengan Kak Naga dan Tim UG. Semoga perjalanan berikutnya lebih sukses dan meriah. Semangat!

NB: Foto selengkapnya bisa dilihat di sini dan sini.

13 thoughts on “Bermain Ke Taman Bunga Nusantara Cipanas

  1. aku lebih suka yang main labirin ama naik ke menara heheheeh🙂
    aj jd rindu tinggal di bogor😦
    dulu kami sering escape from training anf going to puncak hehehe ,,
    keren bayo harahap :/)

  2. Pingback: Saturday in the park – A One Day Trip to Taman Bunga Nusantara Cipanas | Fearless Journals

  3. Taman bunga nusatara memang. Keren dan ok bgt, tp sayang akses jalan menuju kesana rusak parah. Seperti kali yg ga ada airnya. Lurah camat,bupati.gubernur jawa barat. Tidak cepat tanggap atau memperbaiki jalan yg menuju kawasan taman bunga nusantara yang sangat bagus itu. Trims!

  4. mau tanya ,,,,ada yang tau ga kalo bulan mei ini taman bunganya lagi keadaan mekar atau engga,,mau infonya ya🙂

  5. waw keren,.rencana’y awal juni aku mau ksna jg..
    ya mdh2n az jadi maen ksna n’ gak ujan.soal’y pngen bnget ngliat bunga2 sbnyak itu.
    ..duchh jd pngn cpet2 kcna deh.🙂

  6. saat ini kami mengelolah taman batu mapepe dan taman patotongan kabupaten sinjai tengah namun kami terkendala promosi wisataa kami minta kerja samanya…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s