Wisata Kuliner Vegetarian

Februari 2011 adalah awal gue mengambil sikap untuk menjadi seorang pescetarian. Pescetarian itu adalah salah satu vegetarian tetapi tidak murni karena masih mengonsumsi ikan. Vegetarian sendiri menurut KBBI adalah orang yang karena alasan keagamaan atau kesehatan tidak makan daging tetapi makan sayuran dan hasil tumbuhan. Alasan gue adalah menjaga kesehatan. Karena mengurangi daging yang penuh lemak itu tampaknya baik untuk kesehatan gue nantinya. Di bulan-bulan awal, gue benar-benar makan sebagai layaknya seorang pescetarian. Namun kesetiaan gue untuk hanya makan ikan berujung pada kebosanan. Setelah itu gue melonggarkan apa yang gue bisa makan. Gue mulai mengonsumsi roti yang berbahan baku telur ataupun es krim yang tentunya berbahan baku susu. Bahkan sepanjang hampir dua tahun ini, beberapa kali karena alasan tertentu, gue makan daging ayam. Selama dua tahun ini juga, gue mulai mencari, datang, dan makan di restoran vegetarian. Berikut beberapa restoran vegetarian yang pernah gue kunjungi:

1. Loving Hut

 Vegetarian Food

Inilah restoran vegetarian yang sering gue kunjungi. Selain karena makanannya yang nikmat, juga karena lokasinya yang cukup strategis di tengah kota yaitu di lantai 3A Plaza Semanggi. Restorannya bernuansa warna kuning kehijauan. Di atas etalase restorannya terdapat foto-foto orang terkenal dunia yang merupakan seorang vegetarian. Menu yang paling gue sering pesan adalah rainbow spring roll. Dalam sebuah piring besar terdapat tiga jenis makanan berbentuk lumpia yang isinya adalah sayuran. Jumlahnya yang banyak bisa dimakan bersama orang lain. Walaupun biasanya gue memesan itu untuk diri gue sendiri karena sangat mengenyangkan. Berbagai macam kuliner indonesia hingga western food, asian food dan lain lain juga tersedia di sini. Berbagai masakan yang tampak seperti daging-dagingan terbuat dari kedelai, jamur, dan juga gluten (olahan dari tepung). Tidak ada penyedap buatan dan juga aneka bawang di dalam masakannya. Namun kita bisa minta saus yang mengandung bawang. Di restoran ini kita juga akan mendapatkan pesan-pesan dari selebaran  dan tayangan televisi yang mengajak semua orang untuk hidup vegetarian agar dunia menjadi lebih penuh damai dan kasih. Di Indonesia sudah banyak sekali restoran Loving Hut. Semoga saja ke depannya restoran ini layaknya seperti restoran cepat saji yang tersebar di banyak tempat.

2. Te He Vegetarian Restaurant

Vegetarian Food

Dulu gue dan teman-teman mencari restoran ini hingga ke PRJ Kemayoran. Lokasi persisnya adalah di bagian Pasar Gambir. Awalnya kami pikir restorannya tutup karena suasanannya yang sepi. Entahlah karena memang tidak banyak pengunjungnya atau kami datang di bukan jam makan. Tempatnya cukup enak dengan saung-saung khas restoran sunda. Seingat gue makanannya juga nikmat, teman-teman gue yang non vegetarian pun menyukai cita rasa masakannya. Lama sekali tak ke sana, sampai akhirnya gue dengar kabar bahwa restoran ini sudah tutup. Gue dan echa pun sempat mencarinya di Kelapa Gading yang ternyata juga sudah tidak ada. Sampai akhirnya, sekitar sebulan yang lalu gue menemukan lagi keberadaan restoran ini. Sekarang hanya berupa gerai kecil yang terletak di foodcourt Dapur Raya Pasaraya Blok M. Senang sekali rasanya ketika mengetahui kalau restoran ini masih buka. Setelah gue tanya ke pramusajinya, restoran ini juga ada di SMS Serpong dan Ruko Taman Palem Cengkareng. Kemarin hari gue memesan Sop Kambing dan Baso Loncat. Menurut gue rasanya nikmat. Sedangkan menurut teman gue, daging kambingnya terlalu lembut sedangkan basonya serupa rasanya dengan baso biasanya.

3. Dharma Kitchen

Vegetarian Food

Tak sengaja gue menmukan restoran ini ketika sedang berjalan sendiri di Mal Central Park. Letaknya berada di lantai satu. Seperti di loving hut, di sini suasana agama Buddha lebih terasa dengan relief buddha di dinding. Suasana juga tambah semakin bernuansa oriental dengan dekorasi tambahan seperti pohon sakura. Dulu gue mencoba menu paket makanan sunda berupa sayur asam dan empal. Karena sudah lama tak makan empal, menurut gue rasanya hampir serupa dan nikmat. Terakhir, gue mencoba menu lain berupa ayam pandan.  Menurut gue semua menu ayam pandan di berbagai restoran selalu juara. Rasanya persis sekali dengan ayam pandan asli. Dharma Kitchen juga bisa ditemukan di Pluit dan Senayan City. Bahkan yang di Pluit juga menjual aneka roti dan kue yang aman untuk vegetarian karena tanpa bahan baku telur dan susu.

4. Komala’s Restaurant

North Indian Thali

South Indian Thali

Matka Kulfi

Tak seperti Loving Hut dan TeHe yang bernuansa oriental. Komala’s hadir dengan nuansa hindustaninya. Komala’s memang nerupakan restoran dengan kuliner India. Sudah lama gue ingin makan di sini. Namun beberapa teman saya mengatakan makanannya tidak terlalu pas di lidah orang Indonesia. Setelah gue makan makanan india berupa briyani vegetarian di Restoran Koh E-Noor. Ternyata rasanya nikmat sehingga gue memberanikan diri untuk makan di Komala’s yang berlokasi di Plaza Sarinah. Sebenarnya kalau dari nuansa hindustani, Koh E Noor lebih kental dibandingkan di Komala’s yang lebih modern. Namun, persamaannya banyak sekali warga negara India ataupun keturunan yang makan di sini. Gue dan Farah memilih dua paket makanan best seller yaitu North Indian Thali dan South Indian Thali. North Indian Thali terdiri dari nasi putih, naan tawar, sayuran, acar, raitha (yoghurt), pappadam (tortilla), kesari (puding manis dengan rasa cengkeh. Sedangkan South Indian Thali terdiri dari nasi putih, dua chappati, rasam dan sambar sayuran dengan kuah kental yang pedas seperti kari, pappadam dan kesari.

Dengan makanan yang begitu banyak di dalam pinggan, kami sendiri bingung bagaimana cara memakannya. Yang mana yang harus kami makan terlebih dahulu. Atau makanan mana yang harus dimakan bersama makanan lainnya. Karena waktu itu tidak ada orang lain yang bisa kami tiru, maka kami pun makan dengan sesuka hati kami. Celup sana sini dengan hasil rasa yang campur aduk di dalam mulut. Gue akui makanan india ini cukup banyak rempah-rempahnya. Namun dari kesemuanya itu gue suka pudding sebagai makanan penutup. Begitu manis dengan rasa cengkeh yang begitu kuat di mulut. Selain itu kami juga mencoba es krim india bernama Matka Kulfi. Makanan favorit kami dari kesemuanya. Rasanya manis dan begitu harum karena di dalamnya terdapat serbuk bunga Saffron . Hingga sekarang pun bahkan gue masih hafal aroma bunga tersebut.

5. Karunia Baru

Vegetarian Food

Kalau yang empat di atas berlokasi di Jakarta, Karunia Baru adalah restoran vegetarian yang berada di Bogor. Lokasi persisnya berada di Jalan Pajajaran No.50, tidak begitu jauh dari Terminal Baranangsiang. Sewaktu gue datang ke sana, tempatnya sedang berbenah diri. Di dekat jendela kita bisa melihat perumahan warga yang ada di bawahnya. Restoran Karunia Baru ini dibuat seperti restoran keluarga dengan menu beragam seperti yang ada di kebanyakan restoran vegetarian lainnya tanpa ada spesialisasi khusus. Gue mencoba menu satai ayam, daging sapi asus mentega dan bebek peking saus kacang polong dan juga jamur goreng yang kesemuanya terasa nikmat.

Masih banyak lagi restoran vegetarian lainnya yang ingin gue kunjungi. Baik yang berada di Jakarta ataupun di luar kota Jakarta. Mudah-mudahan informasi restoran vegetarian ini berguna bagi semua orang. Baik yang vegetarian atau yang mau merasakan betapa nikmatnya makanan vegetarian. Selamat Makan!

3 thoughts on “Wisata Kuliner Vegetarian

  1. Info agustus 2014. Kata burung, loving hut semanggi akan bubar, terakir bulan ini,oktober 2014. Info lain, kemana pindah,koki nya dimana,menyusul ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s