Kabur Ke Belitong (Bag.I)

30 November 2012

Sering kali sudah gue tuliskan keinginan untuk berkunjung ke Pulau Belitong. Sebuah pulau yang pantainya sangat eksotis dan mulai dikenal banyak orang semenjak hadirnya film Laskar Pelangi. Sejak awal tahun lalu, gue sudah merencanakan perjalanan ke sana. Namun selalu saja gagal dengan berbagai alasan. Sehingga akhirnya gue nekat untuk pergi ke sana walaupun sudah masuk di musim penghujan. Gue ambil resiko perjalanan kemungkinan akan terganggu dengan hujan. Namun, cuek sajalah dan selalu berpikiran positif karena tidak ada yang tahu akankah nanti hujan ataupun tidak. Kali ini kembali lagi gue pergi dengan tim Escape ID. Karena tiket pesawat juga dicarikan mereka sehingga gue tinggal mempersiapkan barang bawaan diri sendiri. Tidak lupa untuk membuka diri, menjadi diri sendiri dan siap bertemu dengan teman baru.

Siang hari, Sriwijaya Air mengantarkan kami selamat sampai ke Pulau Belitong. Di depan muka Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, gue berkenalan dengan peserta Escape ID yang lain yaitu Kadek, Fikri, Leo, Astrid, Maddy, dan Andini. Kami akan ditemani Pak Saiful yang akan menjadi pemandu selama di Belitong. Dari bandara, kami langsung diajak makan siang di restoran Mie Belitung Atep. Gue berpikir apa istimewanya restoran yang menempati sebuah ruko sederhana di tengah kota Tanjung Pandan ini. Barulah ketika masuk, gue melihat deretan foto artis dan pejabat yang dipajang memenuhi dinding restoran. Mie Belitung merupakan mie kuning yang disajikan dengan tambahan tauge, timun, kentang, bakwan udang dan udang rebus. Kemudian disiram dengan kuah kaldu udang dan dimakan bersama emping. Entah kaldu itu dicampur gula berapa banyak tetapi rasanya begitu manis di mulut gue. Lebih enak kalau dimakan dengan tambahan sambal. Selain makanan khas, Belitong juga punya minuman dari jeruk kunci yang bisa disajikan dingin ataupun hangat. Lagi-lagi gue merasa minumannya terlalu manis. Padahal sepengetahuan gue, jeruk yang berukuran kecil ini rasanya cukup masam.

*Sumber : Kadek Devi*

Dari Mie Belitung Atep, kami diantarkan ke hotel untuk menaruh barang-barang bawaan. Setelah itu barulah kami mengeksplorasi pantai-pantai di Pulau Belitong. Pantai pertama yang kami datangi adalah Pantai Bebilai yang sebenarnya tidak ada di jadwal. Bisa dibilang pantai ini masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Papan petunjuknya saja begitu kecil dan sangat sederhana. Untuk menuju ke sana, kami melewati jalan yang masih berupa tanah merah berdebu sejauh tiga kilometer. Di samping kanan dan kiri jalan, terdapat kebun dengan rerumputan yang cukup tinggi. Ketika sampai di ujung jalan, tanah merah itu akhirnya berganti dengan pasir putih. Di pantai inilah, gue pertama kali dibuat takjub oleh pemandangan alam Belitong. Pantai pasir putih, besarnya batu granit, jernihnya air laut, tidak ketingalan langit biru dengan gugusan awan putih membuat pemandangan ini begitu cantik. Walaupun panas matahari cukup menyengat, kami menyusuri Pantai Bebilai ke arah kiri. Berfoto di atas dan di antara hamparan batu-batu besar dan pepohonan di pinggir pantai. Dari sini kita juga bisa melihat dari kejauhan sebuah mercusuar yang ada di Pulau Lengkuas. Pantai Bebilai ini memang merupakan surga dunia yang masih tersembunyi.

20121130_122841

DSCN5906

20121130_123703

DSCN5936

*Sumber: Leonardus Putranto*

Puas bermain di pantai yang sepi, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Tinggi. Pantai inilah yang dijadikan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film laskar pelangi. Semakin dibuat takjublah gue akan keindahan panorama pantai Belitong. Batu-batuan granit di pantai ini jauh lebih besar daripada yang kami lihat di Pantai Bebilai. Batu raksasa itu sebagian besar berwarna putih keabuan dengan corak coklat dan hitam. Di pantai pasir putih ini bisa memilih untuk bergerak ke kanan atau kiri terlebih dahulu. Kami pun memilih untuk menyusuri pantai ke arah kiri menghampiri deretan batuan raksasa. Setelah sampai, kami memasuki celah kecil diantara dua batu besar. Dan dibalik dua batu besar itu, kami memanjat batu-batuan lainnya. Hingga kami berada di atasnya dan terpukau oleh pemandangan sekitar yang luar biasa indah. Ketakjuban membuat gue menatap langit biru seraya membisikkan rasa syukur kepada-Nya. Senang sekali bisa mendapatkan kesempatan melihat karya seni Tuhan. Kami menghabiskan waktu yang tak sebentar di sini. Kami hanya duduk saja sambil mengobrol dengan memandang laut di kejauhan. Betapa nyaman di mata dan juga hati.

20121130_130954

*Sumber : Leonardus Putranto*

*Sumber: Leonardus Putranto*

20121130_133626

Kecantikan alami juga kami lihat ketika bergerak ke arah sebelah kanan. Bebatuan raksasa tersebut sepertinya disusun Tuhan dengan begitu artistik hingga semuanya tampak begitu sempurna. Walaupun begitu sudah ada beberapa tindakan vandalisme dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Mereka mengotori bebatuan yang megah tersebut dengan mencoretkan namanya atau entah apa. Gue kecewa dan merasa kesal dengan siapapun yang telah melakukan perbuatan tersebut. Sedih rasanya dan bingung mengapa mereka tega melakukannya. Apakah mereka tak berpikir panjang kalau telah mengotori keindahan alam yang seharusnya kita jaga sampai akhir hayat. Seharusnya siapapun yang melakukan tindakan vandalisme sangat pantas untuk diberi hukuman berat oleh pihak berwajib. Tak hanya itu sampah bekas makanan dan minuman sudah mulai terlihat di beberapa bagian pantai. Memang seharusnya disediakan lebih banyak tempat sampah dan pemberitahuan dilarang membuang sampah sembarangan. Walaupun lagi-lagi pada akhirnya kesadaran dari para pengunjunglah yang mesti ditekankan. Kesadaran untuk menjaga kebersihan sehingga alam bisa lestari.

*Sumber: Kadek Devi*

*Sumber: Madeleine Kusuma*

*Sumber: Leonardus Putranto*

20121130_135719

Tujuan kami terakhir adalah Bukit Berahu untuk melihat matahari tenggelam. Sebuah peristiwa yang selalu gue tunggu ketika berwisata ke daerah pantai. Karena langit sudah mendung, kami pun bergegas menuju Bukit Berahu. Memang sepanjang hari ini awan hitam mengintai kami dari belakang. Namun usaha kami menjauh darinya  harus berhenti ketika memasuki perkampungan nelayan di dekat Bukit Berahu. Hujan akhirnya turun dengan cukup deras. Gue hanya bisa pasrah sambil melihat kondisi kampung nelayan dari balik jendela mobil. Sebagian besar rumah mereka begitu sederhana dan masih terbuat dari kayu. Penduduknya berasal dari Pulau Bugis seperti yang pernah gue lihat di Kepulauan Seribu. Ternyata di Pulau Belitung  yang jauh dari Bugis pun ada. Gue yakin di pulau-pulau lainnya yang lebih jauh pun masyarakat Bugis juga ada.

Sampai di Bukit Berahu hujan belum juga mereda. Bukit Berahu merupakan tempat menginap berupa cottage ataupun bungalow. Namun, bagi yang tak ingin menginap juga bisa mampir di sini untuk sekedar menikmati makanan di restoran sembari melihat keindahan pantai pasir putihnya. Seperti kami yang sembari menunggu hujan reda, kami makan sore terlebih dahulu. Sayang sekali nampaknya kami tak bisa menyaksikan matahari tenggelam. Matahari bersembunyi di balik awan kelabu meskipun hujan sudah reda. Untuk menuju pantainya, kami harus menuruni anak tangga di tebing dekat restoran. Kami menyusuri pantainya yang juga tak kalah indah dibandingkan dengan pantai-pantai sebelumnya. Bedanya di sini bebatuannya tidak berukuran raksasa. Akhirnya kami hanya duduk di bebatuan sambil melihat anak-anak di kejauhan yang sedang mencari kerang.

20121130_172120

20121130_165130

20121130_165945_1

20121130_171427

Hari itu menggembirakan sekali buat gue karena berkali-kali dibuat takjub dengan pemandangan alam Belitong. Berkali-kali juga gue bersyukur bisa mendapatkan kesempatan melihat karya Tuhan yang begitu indah, Surga Dunia…

2 thoughts on “Kabur Ke Belitong (Bag.I)

  1. BIKIN IRI NIH TRIPNYA KAKAHARUN! IRI! IRIIIIIIH!

    Btw, itu di foto terakhir kedua emang harus buka sandal ya kalau naik ke batunya?

    Foto-foto alamnya kereeeen… banyakin foto alamnya aja lah, Kaharuuuuun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s