Padang, Sungguh Sayang!

8 September 2012

Dari Bukit Tinggi, kami kembali menuju Padang pada pukul lima sore. Di tengah perjalanan, tepatnya di Padang Panjang, kami mampir makan di restoran sate padang terkenal. Restoran Sate Mak Syukur yang pernah dikunjungi Pak Presiden SBY. Sebenarnya di Jakarta juga ada restoran ini tetetapi katanya lebih enak yang ada di Padang Panjang. Memang sepatutnya di kota asal, sate padang ini terasa lebih nikmat. Selain harga yang murah, perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan sate padang di Jakarta adalah ukuran potongan daging yang lebih besar. Bagaimana rasanya? Bagi gue yang sudah lebih dari setahun tidak makan sate padang, rasanya lezat sekali.

Sate Mak Syukur

Sekitar pukul enam sore, kami sampai di Hotel Grand Rocky. Karena semangat menjelajah kami belum surut, kami hanya beristirahat sebentar. Setelah mandi dan beribadah, kami keluar lagi menelusuri jalanan kota Padang. Tujuan pertama kami adalah tempat tongkrongan kaum muda Padang di Jembatan Siti Nurbaya. Sesampainya di sana, jalanan sudah cukup padat karena banyak mobil yang parkir di sisi jalan jembatan layang tersebut. Tak hanya kaum muda, dari anak kecil hingga orang tua berkumpul di sini sambil menikmati jagung bakar yang banyak dijual.

Karena sulit mencari parkir, kami tidak jadi nongkrong di sana. Kami hanya mengelilingi kota Padang mencari keramaian. Di perjalanan tak tentu arah tersebut, kami malah menemukan restoran es durian yang sudah dicari kakak ipar gue sejak kemarin, Iko Gantinyo. Lucunya, di seberang jalan terdapat restoran es durian juga bernama Ganti Nan Lamo. Sempet bingung juga mau pilih yang mana tetetapi menurut informasi kakak ipar gue, yang enak itu yang Iko Gantinya. Selain es krim, restoran ini juga menjual makanan seperti mpek-mpek, gado-gado dan lainnya. Karena selain pecinta durian, gue juga pecinta es krim. Maka rasanya pantas es krim durian yang lezat luar biasa menjadi penutup hari ini.

Es Krim Durian Iko Gantinyo

Sudah lewat dari pukul sepuluh malam. Jalanan kota Padang ini sudah sepi walau ini malam minggu. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan siap berjelajah esok hari.

9 September 2012

Hari ini merupakan hari terakhir gue di kota Padang. Setelah berkemas dan sarapan, kami berangkat menuju Pantai Air Manis. Di pantai inilah kita bisa melihat batu Si Malin Kundang. Sebuah legenda masyarakat Minang yang sangat terkenal di seluruh nusantara. Pantai ini terletak di balik bukit. Jalan menuju ke pantai tidaklah lebar dan petunjuknya pun tidak begitu jelas. Begitu mendapati jalan tidak begitu mulus, gue mulai merasa curiga dengan kondisi pantai ini.

Sesampainya di Pantai Air Manis, gue terkejut dengan apa yang terlihat. Begitu banyak sampah berserakan di mana-mana. Selain itu entah liar atau tidak, jumlah anjing yang berkeliaran pun banyak sekali. Gue sudah ogah-ogahan untuk turun dari mobil. Rasa penasaran gue untuk melihat batu Si Malin Kundang membuet gue rela beranjak keluar dari mobil. Keadaan batu tersebut tak kalah mengenaskan dibandingkan kondisi pantainya. Tanpa pembatas dan orang bisa seenaknya duduk ataupun menginjak batu tersebut. Mungkin lama-lama sudah tidak akan terlihat lagi bentuk seorang yang sedang bersujud. Ah, sungguh sayang sekali dan betapa menyedihkan..

Batu Malin Kundang @Pantai Air Manis

Memang menurut Pak Ihsan, baik pemerintah ataupun warga sekitar memang tidak menjaga pantai ini dengan baik. Mereka tidak acuh dengan keadaan pantai ini. Para agensi perjalanan pun semakin jarang membawa tamu mereka ke sini. Sayang sungguh sayang, pantai bersejarah yang dikenal banyak orang ditelantarkan begitu saja. Semoga saja ke depannya ada perhatian lebih dari pemerintah dan penduduk setempat. Jika para pengunjung merasa nyaman, tempat ini akan ramai dikunjungi. Kemudian pendapatan masyarakat sekitar pun bisa ditingkatkan. Tentunya dengan komitmen yang kuat untuk menjaga kebersihan pantai. Berikut foto yang semoga saja masih bisa memberikan sedikit kecantikan Pantai Air Manis ketika  gue menemani keponakan bermain di bibir pantai.

Pantai Air Manis

Pantai Air Manis

Pantai Air Manis

Setelah itu, kami mencari oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta. Kami mampir di Toko Sherly yang cukup terkenal di kota Padang sebagai toko makanan khas padang seperti keripik sanjay. Persis di depan toko ini terdapat sebuah museum bernama Museum Adityawarman. Museum yang tampak sepi sama seperti kebanyakan museum lainnya di Indonesia. Gue pun mengajak keluarga gue untuk masuk ke dalam. Namun, mereka hanya ingin menunggu di taman depan museum sambil makan sate padang. Akhirnya gue pun sendirian masuk ke dalam. Di kiri depan museum ini terdapat sebuah pesawat terbang tua peninggalan perang dunia. Bentuk museum ini tentu saja bentuk rumah gadang. Adityawarman sendiri adalah nama seorang raja di Minangkabau semasa kerajaan Majapahit.

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman memiliki berbagai macam koleksi. Mulai dari koleksi budaya hingga koleksi sejarah zaman kerajaan. Kita bisa melihat berbagai baju adat dari tiap etnis yang ada di Minangkabau. Begitu juga dengan peralatan dan perlengkapan pernikahan adat. Di bagian bawah museum ini juga terdapat koleksi batu-batuan, gerabah, alat musik, hewan yang diawetkan dan lainnya. Sedangkan di belakang museum terdapat beberapa prasasti dan juga patung peninggalan Kerajaan Dharmasraya.

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Matahari sudah begitu menyengat, waktu menunjukkan lebih dari pukul dua belas. Kami harus kembali ke hotel dan meneruskan perjalanan. Gue akan menuju kota Medan sedangkan yang lain akan ke kampung melalui jalan darat. Semoga ada kesempatan lagi untuk berkunjung ke kota Padang. Harapan dan doa gue, nantinya kota Padang lebih peduli dan mengembangkan pariwisata jauh lebih baik dari sekarang. Sampai bertemu lagi, kota Padang!

NB: Foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

2 thoughts on “Padang, Sungguh Sayang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s