Perayaan 12 Tahun Persahabatan (Taman Safari Indonesia Cisarua)

Friendship… is not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything. (Muhammad Ali)

Memakai baju putih abu-abu dan melangkah tanpa ragu. Menjalani masa remaja dan merasa tahu segalanya. Itulah gambaran gue dua belas tahun lalu. Di SMUN 14 Jakarta Timur, gue bertemu dengan dua orang wanita virgo yang hingga kini menjadi sahabat dekat. Persahabatan selama dua belas tahun bukanlah waktu yang sebentar. Tidak selamanya pula berjalan mulus, terkadang ada kerikil masalah yang membuat kita bertengkar dan saling menjauh. Namun pada akhirnya kita kembali dekat. Kembali berbagi kisah suka maupun duka. Menertawakan hal sepele ataupun membicarakan suatu hal terlewat serius.

photo(1)

Rasanya pantas kami merayakan dua belas tahun persahabatan ini. Bertepatan pula dengan ulang tahun kami yang berdekatan satu sama lain. Lagipula sudah lama rasanya kami tak jalan-jalan bareng sejak awal tahun lalu. Awalnya kami merencanakan untuk pergi ke Bandung. Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami akhirnya memilih untuk menginap di Taman Safari Indonesia Cisarua (TSI Cisarua). Kami, khususnya Diah sempat ragu akan rencana ini. Karena menurut beberapa informasi dari teman, safari night tidaklah terlalu aman. Namun kami yakin TSI Cisarua tidak akan menyediakan program yang tidak aman bagi pengunjungnya. Tak disangka-sangka, kami diberi kejutan dengan adanya berita seorang petugas TSI Cisarua yang tewas diterkam harimau benggala tepat pada perayaan kemerdekaan indonesia yang ke 67. Berita tersebut sempat membuat kami khawatir tetapi kami tetap meneruskan rencana perjalanan ini. Apalagi pembayaran penginapan telah dilunasi.

1-2 September 2012

Menggunakan angkutan umum, kami berkumpul di Terminal Kampung Rambutan. Awalnya kami kebingungan mencari bus yang menuju Puncak. Diah menyarankan untuk naik bus non AC Kurnia Bakti jurusan Garut sedangkan gue menyarankan naik bus kecil seukuran kopaja namun memakai AC. Bus jurusan Cianjur tersebut sering gue lihat ketika berangkat ke kantor. Namun entah mengapa, bus tersebut tidak terlihat oleh kami. Akhirnya kami memutuskan naik bus Kurnia Bakti. Karena masih penasaran dengan si bus kecil, gue pun keluar dan mencarinya sekali lagi. Akhirnya ketemulah bus tersebut yang ternyata parkir di area yang berbeda dari tempat kami menunggu. Dengan ongkos lima belas ribu rupiah per orang, kami mendapatkan bus yang nyaman selama perjalanan.

photo(30)

Setelah menempuh tiga jam perjalanan, kami tiba di depan jalan masuk TSI Cisarua. Sebelumnya, kami makan siang terlebih dahulu dan tidak lupa membeli cemilan. Maklum, kami bertiga adalah makhluk yang tak pernah lelah mengunyah. Untuk masuk ke dalam, ada dua pilihan alat transportasi. Naik angkutan umum dengan biaya lima ribu rupiah per orang atau ojek dengan biaya sepuluh ribu per orang. Penginapan kami dekat dengan loket masuk TSI Cisarua. Setelah check in, kami pun diantarkan menuju karavan tempat kami menginap. Sesampainya di karavan, kami begitu bersemangat. Bagaimana tidak, bagian luar dari karavan kami dilapisi gambar hutan serta leopard dan puma tiga dimensi.  Tidak cuma karavan putih kosong seperti kebanyakan yang lain. Bagian dalamnya juga tak kalah bagus. Dengan warna coklat kayu membuat suasana begitu nyaman. Di dalamnya terdapat ranjang bertingkat, queen size bed dan sofa. Tentunya dilengkapi dengan kamar mandi (serta perlengkapan mandi), tv, lemari es serta ceret untuk memasak air. Semuanya dihargai dengan tujuh ratus sembilan puluh lima ribu rupiah permalam.

DSCN4450

DSCN4449

Setelah beribadah dan beristirahat sebentar, kami pun keluar dari kamar dan berniat mengelilingi komplek penginapan. Tentunya tidak lupa berfoto ria karena begitu banyak tempat menarik untuk berfoto. Di dalam komplek penginapan ini terdapat beberapa kolam ikan dan salah satu di antaranya terdapat pulau buatan tempat si amang tinggal. Suaranya yang kencang bisa terdengar di seluruh penginapan. Selain kolam ikan, terdapat juga lapangan bulu tangkis, kolam renang, restoran dan taman bermain anak-anak. Kami hampir berkeliling ke seluruh bagian penginapan ini. Namun karena makin jauh sepertinya sama saja kami pun kembali ke karavan. Cukup menyenangkan berjalan-jalan di sekitar komplek penginapan karena udaranya yang segar. Mungkin karena penginapan ini dikelilingi oleh hutan sekunder. Karena kami merasa lapar lagi, kami pun memutuskan untuk pergi keluar dan mencari makanan hangat.

photo(4)

DSCN4472

DSCN4479

DSCN4507

DSCN4521

Matahari tenggelam, malam pun tiba. Akhirnya waktu untuk ber-safari night datang. Karena kami menginap di TSI Cisarua maka kami mendapatkan potongan harga tiket masuk sebesar tujuh puluh ribu rupiah. Sehingga kami hanya membayar enam puluh ribu rupiah per orang. Untuk menuju ke dalam, kami diantarkan pegawai TSI Cisarua dengan mobil. Setelah itu kami mendaftarkan diri untuk ber-safari night. Kami mulai khawatir akan keselamatan kami. Karena kami akan berkeliling kandang-kandang hewan liar tersebut dengan menggunakan kereta wisata. Dimana tidak ada penghalang antara kami dengan hewan tersebut alias terbuka. Gue sendiri meyakinkan diri sendiri bahwa pihak TSI Cisarua tidak akan mengambil resiko akan keselamatan para pengunjungnya. Mereka akan memastikan wisata ini aman bagi pengunjung.

Safari night pun dimulai, sembari kita memasuki kandang-kandang hewan tersebut pemandu menerangkan ke kami kandang hewan apa saja yang lewati. Ada beberapa hewan yang dibiarkan berkeliaran sehingga cukup dekat dengan kereta wisata kami. Bahkan seekor bison berbadan dan bertanduk besar mengagetkan gue karena posisinya yang begitu dekat. Namun untuk beberapa hewan termasuk keluaraga kucing besar dipisahkan dengan pagar dan kolam. Gue sendiri sempat berpikiran bahwa bisa saja si kucing besar itu melompat keluar kandang. Namun, sepertinya mereka dalam keadaan tenang dan kenyang. Untuk hewan-hewan besar tidak sulit melihatnya tetapi untuk yang berukuran kecil menjadi masalah bagi gue untuk melihatnya dalam kondisi gelap. Anehnya, banyak sekali hewan-hewan yang tepat berdiam diri pada sorotan cahaya lampu. Seakan-akan mereka mau memamerkan dirinya. Pihak pengelola juga membat suara-suara ledakan dan kobaran api buatan. Suaranya sangat kencang sekali hingga terdengar ke penginapan kami. Hewan-hewan di sana mungkin saja terganggu tetapi sepertinya mereka sudah terbiasa dengan suara-suara ledakan tersebut. Gue tidak memotret sama sekali hewan-hewan yang kami lewati. Karena gue mencoba untuk fokus memanjakan mata gue melihat mereka. Walaupun sebenarnya agak takut juga jika mereka akhirnya terganggu dengan kilatan flash atau sinar infra merah. Karena di antara keduanya harus dipakai jika hewan-hewan tersebut ingin terlihat di foto.

photo(12)

Selesai safari night kami memasuki kawasan Baby Zoo. Dimana terdapat bayi ataupun hewan -hewan yang masih anak-anak. Walaupun beberapa di antaranya seperti macan, leopard dan puma terlihat cukup besar untuk dibilang anak-anak . Di sini kita juga bisa foto bersama dengan beberapa hewan. Namun kami tidak melakukannya karena takut terjadi apa-apa. Lagipula nampaknya hewan-hewan tersebut terlihat lelah dan suntuk untuk foto bersama. Lalu kami naik ke beberapa wahana yang ada di TSI Cisarua. Di antaranya perahu kora-kora, rumah hantu tiga dimensi dan juga bianglala. Rumah hantu yang sekarang sepertinya tidak seseram waktu dulu gue masih kecil. Walaupun ada petugas yang iseng menepuk pundak Farah saat kami berada di dalam. Waktu sudah malam dan gue juga sakit perut akhirnya kami kembali memutuskan untuk kembali ke karavan. Kami minta diantarkan petugas kembali ke karavan? Setelah selesai dengan urusan kamar mandi, kami makan di restoran karavan. Sebenarnya rencananya kami mau pesan makanan dari luar. Tapi karena sudah lapar dan malas menunggu lama, kami pun makan di restoran tersebut. Makanannya enak, perut kenyang, kami pun kembali lagi ke karavan. Tadinya sih ingin cerita-cerita sampai jam berdentang dua belas kali tanda Farah beralih usia menjadi  dua puluh tujuh tahun. Namun karena kelelahan dan kondisi udara yang dingin, sebelum jamnya gue dan Farah sudah tertidur pulas meninggalkan Diah yang terganggu dengan suara dengkuran kami. Doa gue untuk Farah, semoga sehat dan sukses dalam segala aspek kehidupan. Terutama percintaan, semoga lepas dari dunia perjombloan dan segera dipertemukan dengan lelaki yang ditakdirkan Tuhan bersamamu. Tidak ada yang tahu darimana pasangan jiwa itu hadir, rahasia illahi katanya dan mungkin saja salah satu pembaca blog ini. Kamu? Ya, mungkin saja kamu (yang sedang membaca tulisan ini)…

photo(27)

photo(28)

photo(26)

photo(24)

Pagi harinya kami bangun dalam keadaan kedinginan. Karena itulah kami agak malas beranjak dari tempat tidur. Praktis setelah beribadah pagi, kami cuma bercanda saja di tempat tidur. Sampai agak siang, udara pun menghangat. Kami akhirnya keluar menuju tempat penjualan suvenir. Gue membelikan boneka dan baju untuk keponakan. Siang hari, kami check out keluar dari hotel dan turun ke bawah menggunakan ojek. Ongkosnya lima belas ribu rupiah per orang. Sampai di bawah kami melanjutkan naik angkot menuju restoran cimory untuk makan, beli oleh-oleh dan beribadah. Kami memilih restoran cimory yang baru yang terletak di sebelah kiri jalan dari arah Puncak. Setelah kenyang dan puas membawa tentengan oleh-oleh. Kami menunggu bus di pinggir jalan dekat restoran cimory. Lebih dari satu jam kami menunggu tidak ada bus yang lewat, akhirnya kami meilih naik angkutan kota tujuan Bogor. Dari sana rencananya kami akan naik bus menuju Jakarta. Namun di tengah perjalanan, kami bertemu dengan bus menuju Jakarta. Walaupun penuh dan berdiri, kami tetap naik dan kembali ke Jakarta.

photo(18)

Perjalanan ke TSI Cisarua ini memang telah usai. Namun, perjalanan persahabatan kami masih panjang. Terima kasih kepada Tuhan yang telah mempertemukan gue dengan dua perempuan tangguh ini. Yang kerap memberikan warna pada hidup gue. Semoga kami semua sehat dan berumur panjang. Hingga kami bisa berbagi perjalanan hidup ini sampai usia tua kelak. Gue cinta kalian, Diah dan Farah.. *peluk hangat*

photo(22)

NB: foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

5 thoughts on “Perayaan 12 Tahun Persahabatan (Taman Safari Indonesia Cisarua)

  1. Your story teaches me something, Bang. Good friends are like a good bra; supportive, hard to find, and always close to your heart. Yah kan Bang Harun? ;D

  2. @ Farah & Diah: *group hugs*

    @ayu: wah, ndak tau. Walaupun secara logika kemanusiaan seharusnya sih tidak dipisahkan ya..

    @olib: nggak ada analogi yang laen, ci? Ahahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s