Tamasya Museum di Taman Mini Indonesia Indah (Bag. II)

14 Juli 2012

Makan siang telah selesai, perut kenyang dan energi baru pun datang. Kami siap untuk melanjutkan tamasya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah Museum Pusaka, kami menuju ke Museum Keprajuritan. Museum ini sudah terlihat dari jauh berupa bangunan benteng segi lima yang kokoh. Di luarnya terdapat dua kapal, banten dan pinisi yang berwarna putih dan coklat. Sayang air di danau buatannya sudah kering. Mungkin menunggu datangnya hujan agar danau terisi kembali. Harga tiket masuknya cukup murah yaitu dua ribu lima ratus rupiah per orang. Ketika kami masuk, museum ini begitu sepi pengunjung. Hanya  ada beberapa orang selain kami yang ada di dalam. Museum yang mempunyai lahan cukup luas ini berisikan patung atau manekin yang menyerupai para pejuang dari seluruh Indonesia. Serta beberapa diorama yang mengisahkan perang-perang di Indonesia. Menurut gue, museum ini minim perawatan. Kaca tempat patung berdebu, atap bangunan ada yang rusak, toilet yang kotor serta pencahayaan yang cenderung remang-remang. Sayang sekali kalau dibiarkan seperti ini padahal banyak informasi tentang para pejuang yang bisa didapatkan jika berkunjung ke sini.

DSCN4318

DSCN4321

DSCN4325

DSCN4336

DSCN4340

Waktu semakin siang, Mia harus mengejar aktivitas berikutnya. Mbak Sekar mangantarkan Mia pulang ke gerbang TMII. Sedangkan gue dan Echa masuk ke dalam Museum  Transportasi. Harga tiket masuk hanya dua ribu rupiah dan dikenakan biaya tambahan jika ingin masuk ke dalam badan pesawat Garuda. Beda dengan lainnya, museum ini ramai dikunjungi pelancong. Mungkin karena di dalamnya tersedia banyak objek foto yang unik dan menarik. Tentunya sebagian besar koleksinya adalah berbagai jenis kendaraan. Museum ini memperlihatkan perkembangan transportasi darat, laut dan udara di Indonesia. Di sini anak-anak juga bisa bermain sepeda ataupun becak dalam ukuran mini di Taman Lalu Lintas. Kendaraan yang menarik buat gue adalah bus tingkat yang dulu sempat beroperasi di Jakarta. Juga kereta presiden dan wakil presiden yang dipakai untuk hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. Sayang sekali kereta makannya ditutup sehingga tak nampak bagian dalamnya. Museum ini juga mengingatkan rencana gue untuk pergi ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Karena di sini terdapat replika stasiunnya dengan beberapa lori yang terparkir rapi.

DSCN4352

DSCN4366

DSCN4358

DSCN4371

DSCN4383

Selesai berfoto ria di Museum Transportasi, kami  pun bergerak menuju Museum Timor Timor atau yang kita kenal dengan anjungan propinsi Timor Timur ketika masih bergabung dengan Republik Indonesia. Namun sayang museumnya sudah tutup. Sehingga kami mengubah rencana kami dengan pergi ke Museum Penerangan. Kami penasaran dengan koleksi apa yang dimiliki. Apakah benar anggapan Echa kalau koleksi museum penerangan ini adalah berbagai jenis lampu. Dengan mengendarai motor, kami bertiga menuju lokasi museum tersebut yang jauh berada di depan. Ketika kami sampai, museum ini begitu sepi dan tertutup. Ternyata museum ini juga tutup dalam rangka proses pembenahan. Namun, kami diperbolehkan melihat-lihat walaupun tidak lama. Ternyata di dalamnya berisi tentang alat-alat dalam mencari, memproses, dan menyebarkan berita. Baik media cetak ataupun elektronik.

DSCN4387

DSCN4392

Tidak lama kami berada di Museum Penerangan, kemudian kami menuju museum yang jauh berada di belakang yaitu Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra”.  Museum ini dibentuk persis seperti kilang minyak bumi yang berada di lepas pantai. Museum ini sangat sepi, mungkin hari itu pengunjungnya hanya kami bertiga. Kondisi tubuh yang lelah membuat kami lebih banyak duduk daripada berkeliling. Sama seperti kebanyakan museum di TMII, museum ini perlu banyak sekali pembenahan dan pembaharuan informasi. Bagaimana tidak isinya masih saja soal repelita dan jaman orde baru.  Waktu menunjukkan pukul empat sore. Itu berarti kami sudah bertamsya di TMII selama delapan jam. Bukan waktu yang singkat untuk menjelajahi sebagian museum di TMII. Sebenarnya masih ada beberapa museum yang masih buka tetapi kami sudah terlampau lelah. Mudah-mudahan masih ada kesempatan lain untuk berkunjung dan bertamasya ke TMII. Menyelesaikan daftar museum yang kami kunjungi. Semoga cepat terlaksana..

DSCN4399

DSCN4410

DSCN4413

DSCN4414

NB: foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

4 thoughts on “Tamasya Museum di Taman Mini Indonesia Indah (Bag. II)

  1. Pingback: Tamasya Museum di Taman Mini Indonesia Indah (Bag. III) | Catatan Perjalanan Penggila Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s