Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

5 Mei 2012

Liburan ke Yogyakarta kali ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Begitu juga dengan jadwal kegiatan selama di sana. Salah satunya adalah menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Sudah lama sekali gue ingin menyaksikan pertunjukan tersebut. Begitu juga dengan teman perjalanan gue, Ulin. Dia sendiri sebenarnya sudah pernah menyaksikan sendratari Ramayana sebelumnya sebanyak dua kali. Namun keduanya bukan yang digelar “outdoor” dengan latar belakang candi prambanan.

DSCN2380

Pertamanya dia menyaksikan di Purawisata yang terletak di Jalan Brigjend Katamso Yogyakarta. Lokasinya tak begitu jauh dari Jalan Malioboro. Pertunjukannya juga diadakan di teater terbuka setiap hari pada pukul delapan malam. Harga tiket masuknya adalah enam puluh ribu rupiah dengan tambahan tujuh puluh ribu rupiah jika ingin satu paket dengan makan malam. Sayangnya malam pertunjukan saat Ulin hadir menyaksikannya, turun hujan sehingga harus digelar di dalam gedung. Menurutnya, tidak terlalu nyaman menyaksikan pertunjukan itu di dalam ruangan. Karena tempat duduk penonton yang tidak berundak. Sehingga posisi duduk di belakang sudah pasti terhalangi oleh orang yang duduk di depannya. Kemudian, tempat duduknya pun tidak ditentukan sehingga berebut dengan yang lain.

*Sumber: jogjatrip.com *

Sedangkan untuk yang kedua, Ulin menyaksikannya di Candi Prambanan. Namun, karena dia datang pada bulan Desember. Sehingga pertunjukan hanya dilaksanakan di dalam ruangan. Memang pada bulan November-April, pertunjukan hanya dilakukan pada gedung tertutup. Dikarenakan hujan sering turun pada bulan-bulan tersebut. Sedangkan bulan Mei-Oktober, pertunjukan juga akan dilakukan pada teater terbuka. Tentu saja kami pun memilih untuk menyaksikan pertunjukan yang di teater terbuka. Karena kami ingin merasakan atomosfer dan kemegahan Candi Prambanan sebagai latar belakang sendratari.

Pertunjukan sendratari Ramayana ini digelar sebanyak tiga kali dalam seminggu. Jadwalnya bisa anda cari di internet atau menghubungi pihak hotel atau agen perjalanan di Yogyakarta. Sayang memang sampai saat ini belum ada situs resmi dari Ramayana Theater ataupun Candi Prambanan. Tentunya akan lebih mudah mencari informasi pertunjukan jika situsnya telah tersedia. Kami memesan tiket VIP seharga tiga ratus ribu rupiah melalui telepon. Seperti halnya ketika menyaksikan pertunjukan wayang orang di Jakarta. Pertunjukan ini juga tidak mewajibkan kita untuk membayar saat memesan tiket. Pembayaran akan dilakukan saat hari H. Selain kelas VIP juga ada kelas khusus (200ribu), kelas 1 (150ribu) dan kelas 2 (100ribu). Kelas VIP sendiri hanya ada untuk pertunjukan yang digelar di teater terbuka.

DSCN2389

Pada malam pertunjukan, gue dan Ulin berangkat dari hotel menuju Candi Prambanan dengan menggunakan taxi. Tarifnya sebesar seratus lima puluh ribu rupiah untuk antar jemput. Gue menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau bisa menyewanya jika ingin menyaksikan sendratari di Candi Prambanan. Dikarenakan lokasi yang lumayan jauh dan waktu yang sudah sangat malam. Dikhawatirkan akan sulit untuk mendapatkan kendaraan umum yang dapat anda tumpangi.

Gue berdua dengan ulin janjian untuk nonton dengan memakai baju batik supaya lebih berasa “Jawa”-nya. Saat menuju ke sana, hati kami resah karena melihat kilat  di langit dan mendengar suara guntur yang menggelegar. Agak sedih juga kalau pada pertunjukan nanti akan turun hujan. Sesampainya di sana, sudah banyak sekali orang yang hadir. Dikabarkan malam itu tiket pertunjukan sudah terjual habis.

Kami pun memasuki pintu masuk khusus VIP. Untuuk penonton VIP, kami diberikan secangkir minuman hangat berupa teh atau kopi. Juga cemilan seperti singkong goreng untuk menemani selama pertunjukan. Kami juga diberikan souvenir cantik yang dimasukkan dalam kantung kertas. Kami pun diantarkan menuju tempat duduk kami. Benar saja, posisi duduk VIP memang paling nyaman untuk menonton pertunjukan ini. Letaknya lurus di depan dan dekat dengan panggung. Namun jangan khawatir jika memilih kelas lain. Karena menurut gue, duduk dimanapun bisa melihat ke arah panggung dengan jelas. Tempat duduknya sendiri berundak dan setengah melingkar menghadap panggung.

DSCN2404

DSCN2400

Malam itu, pertunjukan yang kami saksikan adalah episode dua, “Misi Anoman ke Alengka”. Episode lainnya yang bisa disaksikan adalah Penculikan Shinta, Kematian Kumbakarna dan Rahwana serta Pertemuan kembali Rama dan Shinta. Untuk empat episode ini akan dilaksanakan pada tanggal-tanggal di mana bulan purnama akan muncul. Sedangkan untuk malam lainnya akan digelar satu epsiode cerita penuh.

DSCN2425

DSCN2430

DSCN2460

DSCN2462

Pertunjukan pun dimulai  dan karena ini adalah pertunjukan seni drama tari sehingga tak ada dialog yang terdengar. Yang bisa kami lihat adalah gerak tari para penari diiringi oleh tetabuhan gamelan dan sinden yang bernyanyi sambil bercerita dalam bahasa jawa. Tidak terlalu sulit untuk memahami jalan cerita yang sedang dimainkan. Namun, akan lebih mudah memahami jika panitia menyediakan sinopsis tentang pertunjukan yang digelar.

DSCN2488

DSCN2477

DSCN2492

DSCN2494

Saat nikmatnya menyaksikan pertunjukan, gerimis pun melai merintik. Beberapa penonton memutuskan untuk berpindah tempat atau meneduh. Sedangkan gue dan Ulin lebih memilih untuk diam di tempat dan tetap menyaksikan pertunjukan sambil kehujanan. Sayang buat kami yang sudah jauh-jauh dari Jakarta melewatkan sebentar saja pertunjukan ini. Para penari pun dengan professional melanjutkan pertunjukan ini. Namun sekitar lima belas menit kemudian, hujan pun berhenti. Semua pun kembali ke tempat duduk masing-masing hingga pertunjukan selesai.

DSCN2516

DSCN2528

DSCN2526

DSCN2534

Pertunjukannya ditutup dengan spektakuler. Ada permainan api di panggung yang membuat malam yang dingin itu menjadi hangat. Kemudian setelah pertunjukan, penonton dipersilakan untuk foto bersama para penari. Gue sangat menikmati malam pertunjukan itu. Jika mendapat kesempatan lagi untuk datang kembali ke Yogyakarta, pertunjukan ini akan gue tonton lagi. Mudah-mudahan berikutnya gue bisa menyaksikannya dengan tenang tanpa kehujanan.Gue pun sangat menunggu ketika waktu itu datang. Akhir kata gue ingin memberikan penghargaan terbesar untuk para penari dan pendukung pertunjukan sendratari Ramayana. Salut!!!

DSCN2542

NB: Foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

11 thoughts on “Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

  1. beruntung sekali bisa menonton pertunjukan yang outdoor🙂 lebih keren dan terasa megahnya ketimbang yang indoor..
    lain kali ke Jogja emang gak rugi kalau mau nonton lagi..kalau bisa pilih saat di mana hujan sudah tidak lagi sering menyapa ya😉

  2. eh, ternyata komen di atas blum tulis nama, hahaha.. hayo Harun tebak, siapa daku😉

  3. Mungkin gue nggak bisa menebak hari apa yang tidak turun hujan. Namun, gue bisa menebak siapa yang memberikan komentar di atas. Bu dokter, istrinya Pak Perwira kaannn???😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s