Jelajah Kota Toea – Istana Tjipanas

13 Mei 2012

Beberapa minggu setelah kunjungan gue ke Istana Bogor, ada undangan via facebook untuk Jelajah Kota Toea – Istana Tjipanas dari Komunitas Jelajah Budaya. Gue sangat tertarik untuk mengunjungi istana tersebut. Apalagi setelah mengunjungi Istana Bogor, gue jadi berniat untuk pergi ke istana-istana presiden yang lain. Gue pun mengajak teman-teman untuk ikutan acara tersebut. Akhirnya yang turut serta adalah Echa, Mia, Palsay dan kedua anaknya Faza dan Kiara. Pada hari H, kami berkumpul di Museum Bank Mandiri. Pagi harinya gue bangun agak telat, karena takut ditinggal lagi seperti jelajah sebelumnya gue sampai tidak mandi. Jika kemarin ke Tangerang kami bisa menyusul ke sana menggunakan angkot. Bisa dipastikan kali ini akan sulit jika harus menyusul ke Cipanas.

Namun ternyata kami berangkat hampir pukul sembilan pagi, telat satu jam dari perjanjian awal. Jalanan pun tak begitu bersahabat, padat merayap karena begitu banyak kendaraan yang naik ke Puncak. Alhasil kami baru sampai di Istana Cipanas sekitar pukul sebelas siang. Kami pun langsung diajak berkeliling oleh pemandu Istana. Menurut beliau, Istana Cipanas adalah istana paling tua dibanding dengan istana-istana presiden lainnya. Istana Cipanas dibangun oleh Baron van Imhoff pada tahun 1742 dan menjadi tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Luas dari Istana Cipanas ini adalah sekitar 26 hektar. Bangunan-bangunan di kompleks istana ini sepertinya mendapat sentuhan melayu yang bisa  dilihat dari ornamen luar gedungnya.

DSCN2748

DSCN2749

DSCN2752

Pertama-tama kami diajak untuk masuk ke gedung induk atau gedung utama. Beberapa peninggalan bersejarah yang ada di dalamnya antara lain lampu dari Cekoslovakia berusia sekitar 110 tahun,  furnitur daerah Jepara dari era Presiden Soeharto. Serta beberapa lukisan dari pelukis lokal ataupun luar negeri. Yang paling menarik adalah Lukisan Jalan Seribu Pandang atau judul aslinya adalah Jalan Menuju Kaliurang. Lukisan ini jika anda lihat dari berbagai sudut, akan mengubah arah jalan yang anda lihat. Selain gedung utama juga terdapat beberapa paviliun yang diberi nama seperti tokoh pewayangan. Paviliun yang ada di istana ini adalah Paviliun Yudistira, Paviliun Bima dan Paviliun Arjuna yang dibangun pada zaman belanda. Sedangkan Paviliun Nakula dan Paviliun Sadewa dibangun pada zaman kepemimpinan Presiden Soeharto.

DSCN2762

DSCN2767

DSCN2797

Kemudian kami diajak ke gedung pemandian air panas. Konon daerah ini dinamai Cipanas sesuai dengan artinya yaitu air panas dalam bahasa sunda. Kebetulan lokasi sumber air panas tersebut berada di dalam kompleks Istana Cipanas. Saat gue pegang airnya, ternyata tak sepanas air yang ada di Ciater. Begitu juga bau belerangnya yang tak begitu menyengat seperti halnya sumber air panas yang lain.  Kami juga menyambangi Gedung Bentol. Bangunan ini dinamakan begitu karena ada tonjolan-tonjolan batu di dindingnya yang seperti bentol. Gedung ini digunakan Presiden Soekarno untuk membuat konsep pidato kenegaraan. Sampai sekarang pun gedung ini masih digunakan presiden untuk ruang kerja.

DSCN2771

DSCN2779

Waktu kunjungan kali ini begitu cepat padahal masih banyak gedung dan ruangan yang tidak bsia dikunjungi. Salah satunya museum yang gue lihat ada di kompleks ini. Gue rasa perlu waktu yang cukup lama untuk mengelilingi kompleks Istana Cipanas ini. Namun apa daya waktu yang dimiliki tidak banyak dan kami harus menuju tempat selanjutnya yaitu Kebun Raya Cibodas. Di sana kami ditemani peneliti LIPI mengelilingi kebun raya selama satu setengah jam. Pemandu kami yang enerjik menjelaskan berbagai pohon dan tanaman yang dilihat. Setengah perjalanan, kelompok-kelompok sudah mulai terbagi dan tertinggal di belakang. Gue sendiri mencoba untuk selalu berada dekat pemandu walau sempat beberapa kali tertinggal.

DSCN2813

DSCN2808

Kebun Raya Cibodas dibangun pada tahun 1852. Kebun raya ini memiliki koleksi tanaman yang cukup banyak dan beragam khususnya dataran tinggi tropis. Salah satunya adalah koleksi lumut yang berada di taman lumut terbuka terbesar di dunia. Begitu juga koleksi pohonnya banyak yang sudah berusia lebih dari seratus tahun.  Kebun Raya Cibodas sangat bagus bagi masyarakat untuk datang. Sembari melepas penat, kitapun bisa belajar mengenai berbagai tanaman. Kemudian paham akan arti penting tanaman-tanaman tersebut terhadap kelangsungan hidup di bumi.

DSCN2799

DSCN2806

Waktu sudah semakin sore, saatnya kembali ke Jakarta. Masih ada istana-istana lainnya yang akan gue kunjungi. Begitu juga dengan kebun raya ataupun taman nasional yang banyak terdapat di seluruh nusantara. Tak sabar rasanya untuk kunjungan berikutnya  di tempat-tempat tersebut. Semakin banyak tempat di Indonesia yang dikunjungi, semakin besar cinta gue pada negeri kita ini!

NB: Foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

One thought on “Jelajah Kota Toea – Istana Tjipanas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s