Melancong ke Ujung Genteng (Bag. I)

6-8 April 2012

Sebulan lamanya gue merencanakan untuk pergi ke Kawah Ijen. Tiket kereta dan penginapan sudah dipesan. Namun, manusia bisa berencana sedangkan Tuhan yang menentukan. Menjelang hari keberangkatan, status Kawah Ijen memburuk menjadi siaga. Gue juga mendapatkan tugas kantor yang jadwalnya bersamaan dengan keberangkatan ke Kawah Ijen. Baru sekali ini gue gagal melakukan perjalanan dan rasanya kecewa sekali. Gue pun akhirnya mencari informasi perjalanan lain yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

DSCN1935

Akhirnya gue memutuskan untuk ikut perjalanan bersama BackpackSeru ke Ujung Genteng pada tanggal 6-8 april. Perjalanan kali ini gue ditemani Nina (yang nantinya akan menjadi “Artist of the trip”) . Kami berkumpul dengan peserta lain di Plaza semanggi. Pemandu perjalanannya adalah mas Ardy yang kemarin hari juga memandu gue di Bromo. Sekitar jam sembilan malam akhirnya kami berangkat menuju Ujung Genteng, Sukabumi. Suasana langsung cair ketika masuk ke dalam mini bus. Berkenalan dengan peserta-peserta lain yang gemar berbincang dan bercanda. Hingga memasuki kawasan Sukabumi ketika menjelang tengah malam, akhirnya satu persatu dari kami tertidur. Walalu tidak begitu nyenyak dikarenakan jalanan yang tidak mulus sehingga berkali-kali mobil ini berguncang. Ini mungkin yang mesti diperhatikan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi untuk memperbaiki sarana jalan raya sehingga waktu tempuh dari dan ke Sukabumi bisa dijangkau dengan waktu yang lebih singkat.

*Sumber: FB Adhalina Maria*

Gerimis turun ketika kami sampai di tempat pelelangan ikan Ujung Genteng. Di sini kami berniat menyaksikan sunrise. Namun sayang sekali hingga pukul enam pagi lebih, gerimis masih setia menemani. Kami pun harus merelakan matahari yang bersembunyi di balik awan. Di sini gue sempat berbincang dengan seorang ibu pemilik warung. Menurut beliau, belakangan ini nelayan tidak bisa melaut karena cuaca yang tidak bersahabat. Nelayan di sini memakai perahu kecil berbahan bakar bensin. Satu kapal membutuhkan sekitar lima puluh liter bensin untuk sehari semalam. Apa jadinya nasib nelayan jika rencana kenaikan BBM menjadi kenyataan. Biaya yang tinggi dan untung yang sedikit tentu saja akan mempersulit hidup mereka. Mudah-mudahan pemerintah bisa mencari solusi terbaik atas masalah kenaikan BBM ini. Sehingga nasib ‘rakyat kecil’ tetap diperhatikan dan bisa hidup sejahtera.

*Sumber: FB Adhalina Maria*

Setelah gagal menyaksikan sunrise, kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan di dekat pantai  Ujung Genteng. Kami menikmati sarapan dan beristirahat sebentar untuk sekadar meluruskan pinggang. Sekitar pukul setengah sebelas kami melanjutkan perjalanan menuju Curug Cikaso. Perjalanan ke tempat ini ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dengan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang. Setelah memarkir mobil, kami menumpang kapal kayu kecil selama lima menit untuk menuju lokasi curug. Di Curug Cikaso ini terdapat tiga jalur air terjun. Ketika kami ke sana, debit air cukup tinggi dikarenakan curah hujan yang tinggi belakangan ini. Kondisi ini juga membuat tanah sekitar curug menjadi berlumpur.

DSCN1860

DSCN1866

Setelah mengambil beberapa foto di depan air terjun, gue tidak tahan untuk menceburkan diri. Ajak sana-sini, ternyata hanya Naeni yang mau diajak bermain air. Kami tidak terlalu dekat dengan air terjun karena air cukup dalam dan berarus kuat. Batu-batu di sini juga berlumut dan licin sehingga harus berhati-hati ketika menapakinya satu persatu.Rasanya segar bermain air di telaga karena airnya yang lumayan dingin. Yang menjadi permasalahan adalah buruknya fasilitas kamar mandi. Kotor dan tidak ada air bersih padahal letaknya yang hanya beberapa meter dari telaga. Begitu juga dengan banyaknya sampah di sekitar Curug Cikaso. Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk membuat tempat ini nyaman dikunjungi. Pemerintah dan warga setempat harus menyediakan fasilitas penunjang yang lebih rapi, teratur dan bersih. Tentunya pengunjung juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan curug dan tidak melakukan tindakan vandalisme.

DSCN1875

Puas bermain air di Curug Cikaso, kami kembali menuju penginapan. Sesampainya di sana gue dikejutkan dengan surutnya air laut hingga sekitar dua puluh meter dari bibir pantai. Karang-karang pun terlihat. Beberapa dari kami pun mencoba menelusuri pantai yang surut ini sedangkan yang lain kembali ke penginapan. Gue pun menyusuri hingga karang terjauh dan tentu saja tidak melewatkan untuk berfoto ria.

DSCN1882

*Sumber: FB Adhalina Maria*

Kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Cipanarikan dengan ojek. Karena sebelumnya hujan, kondisi jalanan berlumpur dan terdapat beberapa kubangan air. Jalanan tanah ini ditimbun dengan sekam sehingga berbau tidak sedap. Setelah perjalanan naik ojek, kami harus berjalan kaki sebentar menembus pepohonan menuju pantai. Sesampainya di pantai sudah banyak sekali pengunjung yang berfoto. Tidak ada yang berenang karena ombak sedang besar.

*Sumber: FB Rillany Nadya*

*Sumber: FB Rillany Nadya*

*Sumber: FB Adhalina Maria*

Tak terasa waktu berlalu, begitu banyak peristiwa yang telah dijalani hari ini. Gue pun bersyukur telah mendapatkan saudara baru. Kemarin hari, mereka adalah orang asing untuk gue. Sedangkan kini, mereka telah menjadi bagian dari keluarga gue. Bersedia dengan senang hati berbagi tawa dan canda. Begitulah perjalanan memberikan hikmah pada setiap orang yang mau merenungi tiap langkah kaki yang ia jejakkan…

*Sumber: FB Adhalina Maria*

bersambung….

4 thoughts on “Melancong ke Ujung Genteng (Bag. I)

  1. @Faralest: Semuanya single tapi entah available atau enggak. Mwahahaha..

    @Nina: Seniman Foto..ejiyeeeeee…

    @Echa: Seneng deh kalo bepergian bareng yang pinter moto. Kan bisa nyomot fotonya, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s