Warisan Budaya di Museum Wayang

Jika menjelajahi kawasan Kota Tua Jakarta, rasanya masih kurang lengkap jika belum mengunjungi museum-museum yang ada di sana. Bahkan bagi gue, hanya mengunjungi satu museum saja tak akan cukup memuaskan. Begitulah yang gue dan Farah rasakan dua minggu yang lalu. Sedari pagi, kami sudah berada di Museum Bank Indonesia untuk mengikuti pelatihan memandu museum tersebut hingga pukul tiga sore. Setelah itu, kami melangkahkan kaki menuju Museum Wayang yang letaknya sekitar 200 meter dari Museum BI. Kami memperkirakan museum ini bakal dibuka hingga pukul empat sore. Namun ternyata ketika kami sampai di sana, museumnya sudah tutup. Kami pun berjanji, minggu depan sebelum kami mengikuti pelatihan membatik di Museum Bank Mandiri, kami akan mampir ke sini terlebih dahulu.

DSCN1552

18 Februari 2012

Pukul sembilan pagi, gue, Farah dan Ayu sudah sampai di Museum Wayang yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Jakarta Barat. Ketika kami sampai, suasana museum ini masih sepi. Kami pun membayar tiket masuk terlebih dahulu yaitu sejumlah dua ribu rupiah per orang. Di museum ini, kami tak perlu menitipkan barang bawaan kami. Tak sampai lima menit kami berada di sana, barulah banyak pengunjung yang datang. Tak hanya wisatawan lokal tapi juga beberapa wisatawan asing. Semuanya datang dengan tujuan yang sekiranya sama yaitu memperluas wawasan dan pengetahuan tentang dunia perwayangan.

DSCN1492

Di depan kami disambut dengan wayang-wayang golek dari daerah Jawa Barat. Di sini juga terdapat sebuah layar komputer yang memuat berbagai informasi pengetahuan tentang wayang. Semakin masuk ke bagian dalam ruangan, kami melihat berbagai jenis wayang lainnya seperti wayang kulit purwa, wayang kulit lainnya, wayang mainan dan wayang-wayang lainnya. Wayang ini terbuat dari berbagai macam bahan. Ada yang dari kayu, kulit kerbau ataupun sapi, anyaman bambu dan juga seng. Ukuran wayangnya pun beragam dari yang setinggi 30 cm sampai dua meter lebih.

DSCN1497

DSCN1504

DSCN1502

DSCN1526

Koleksi Museum Wayang tidak hanya wayang tapi juga boneka, topeng dan gamelan. Di museum ini kita bisa melihat boneka unyil beserta teman-temannya. Juga ada topeng yang biasa dipakai penari topeng. Serta koleksi gamelan seperti gamelang wayang Kyai Intan. Selain berasal dari Nusantara, ada juga koleksi wayang dan boneka yang berasal dari luar negeri seperti dari Kamboja, India hingga dataran Cina.

DSCN1538

DSCN1527

DSCN1532

DSCN1535
Bangunan Museum Wayang ini dibangun pada tahun 1640 yang merupakan gereja “de oude Hollandsche Kerk”. Pada pada 22 Desember 1939 gedung ini dijadikan museum dengan nama “Oude Bataviasche Museum” atau Museum Batavia Lama. Kemudian pada 23 Juni 1968, bangunan ini dijadikan Museum Wayang oleh Pemerintah DKI Jakarta. Di dalam gedung ini terdapat juga beberapa prasasti, salah satunya tertulis nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang terkenal, JP Coen. Bangunan ini harus terus dijaga kelestariannya. Gue menyarankan agar pihak museum lebih memerhatikan sirkulasi udara. Karena menurut gue bangunan ini terlalu pengap. Sepertinya setiap tarikan napas, gue bisa merasakan debu yang ikut terhirup. Lalu sebaiknya di dalam ruangan juga dilengkapi dengan pendingin udara. Tidak perlu AC, cukup dengan kipas angin agar pengunjung tidak merasa gerah selama melihat koleksi museum ini.

DSCN1551

DSCN1507

DSCN1508

Saat gue berkunjung ke sana, sepertinya museum sedang mempersiapkan pagelaran wayang kulit. Pihak informasi menyebutkan bahwa memang setiap minggu rutin digelar pertunjukan wayang mulai dari wayang kulit hingga wayang orang. Gue sendiri ingin menyaksikan wayang orang karena sepertinya lebih atraktif. Tentu lebih baik ditemani dengan seseorang yang mengerti bahasa yang dipakai dalam pementasan. Sehingga bisa membantu menangkap esensi dari pementasan tersebut.

Mari kita kenali budaya Indonesia ini yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2003. Terlebih lagi mengenalkannya kepada anak-anak sehingga kelak mereka akan bangga dan terus melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia ini. Salam budaya!

NB: Foto selengkapnya bisa dilihat di sini.

10 thoughts on “Warisan Budaya di Museum Wayang

  1. masa lalu…semoga di masa depan terulang hahahaha
    #ngarep
    tuh kan..jadi kangeeen dia lagiii😀

    kenangan di museum ini yg gak pernah bisa aku lupa itu ini:

    ketika kami sama menatap etalase yg berisi wayang kulit:

    aku: ini wayang terbuat dari apa ya?
    dia: ya kulit lah…
    aku: #gubraaaaksss “…..”

    emg bener yah…klo terpesona sm org kita suka melakukan hal2 bodoh wuahahahaha
    #abaikan

  2. Akhirnya sampai sini juga Run🙂 Sepertinya prasasti JP Coen itu selalu jadi spot foto menarik hahaha. Gue nggak pernah bosan pergi ke Museum Wayang….

    Mengingat masa kecil saat melihat boneka Si Unyil dkk, terpukau dengan Wayang Potehi, suka gemes lihat boneka Rusia yang cantik cantik dan anteng diem saat memandang Bima dan Gatot Kaca yang lagi terbang Hahahaha

  3. @owlmilove: Kalau sedang jatuh cinta, melihat wayang saja bisa bikin mabuk kepayang ya kak.. hehehe..

    @Yons: Terima kasih kembali. Yuk, main ke sana..

    @Echa: Iya, akhirnya sampai juga. Gue pengen deh ngeliat pagelaran wayang potehi, lucu kali yahhh..

  4. tambahan, kali aja petugas museum-nya ada yang baca. keterangan-keterangan buat wayangnya kurang lengkap. misalnya, wayangnya ada 5, tapi keterangannya cuma tertulis 4 nama aja.

    terus tulisan keterangannya itu kan bilingual, tapi kayaknya yang bahasa Indonesia itu hasil terjemahan dari keterangan yang pake bahasa Inggris. Jadi, pas dibaca berasa aneh gitu.

    Ya nggak sih? *jadi ragu sendiri*

  5. waaa.. model blog nya cantik😀

    lanjutkan wisata museum dan laporannya ya😉 fotonya bagus run..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s