Gili Trawangan-Pusuk Pass-Sayang Sayang-Senggigi (Lombok Hari Kedua)

12 Desember 2011

Suara Adzan Shubuh sayup-sayup terdengar membangunkan gue dari tidur. Selesai shalat, gue berjalan menuju dermaga sunrise. Dermaga yang terletak di Pantai Senggigi masih sepi kala itu. Hanya ada dua perempuan yang mencari kerang di pinggir pantai dan satu lelaki yang berlari pagi. Ada juga beberapa perahu yang berada di kejauhan.

DSC02018

DSC01993

Tak lama menunggu, akhirnya Sang Matahari muncul perlahan. Tapi ketika dia datang menyapa, rasa syukur tak hentinya gue panjatkan kepada Tuhan.  Betapa besar Kuasa-Nya. Gue mungkin tak pandai menggambarkan keindahannya, foto-foto ini akan mewakilinya:
DSC02030

DSC02034

DSC02036

Sehabis sarapan pagi, gue diantar Pak Pandi menuju Pelabuhan Bangsal yang letaknya ada di Lombok Barat. Dari sana gue akan menuju Gili Trawangan (Pulau yang bisa diterawang).  Selain ada Gili Trawangan, dua pulau lainnya yang terkenal lainnya adalah Gili Meno (Pulau gitu-gitu aja, kata pak Pandi sih begitu artinya, hehe) dan Gili Air (Pulau Air).

Dari pelabuhan bangsal dengan tiket seharga 10ribu rupiah, gue dan penumpang lainnya diantarkan menuju Gili Trawangan.Kita harus menunggu perahu penuh sebelum berangkat. Satu perahu biasanya memuat hampir tiga puluh orang. Tapi jika banyak barang yang diangkut, maka jumlah penumpangpun berkurang. Tidak lama kok menunggunya karena perahunya juga digunakan penduduk lokal untuk mengangkut barang kebutuhan pokok sehari-hari dari kota menuju pulau. Jika tak mau menunggu dan berbagi dengan penumpang lain, bisa juga menyewa perahu. Tapi ya tentu biayanya cukup mahal yaitu seharga 300ribu rupiah ke atas.

DSC02050

Perjalanan dari pelabuhan bangsal menuju Gili Trawangan memerlukan waktu sekitar setengah jam. Tak akan terasa perjalanan selama itu. Karena kita disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Airnya bersih dan bening. Ketika sampai, Pak Pandi langsung mengajak ke restoran yang juga menyewakan alat snorkeling serta fin shoes. Sebelumnya tidak lupa untuk jeprat-jepret dahulu.
DSC02052

DSC02055

DSC02056

Melihat air yang begitu bening membuat gue tidak tahan untuk pengen nyebur. Selesai pasang peralatan snorkeling, langsung deh byuuuurrrrr..kecipak kecipuk melihat keindahan alam bawah laut. Luar biasa indah, bayangkan hanya satu meter dari bibir pantai, kita sudah bisa melihat berbagai macam ikan *gue tidak tahu nama-nama ikannya*. Kalau agak ke tengah makin banyak ragam ikan yang bisa kita lihat dan berbagai karang yang lebih rapat tentunya. Sayang gue tidak bisa mengabadikan dengan foto betapa indahnya pemandangan tersebut.

Gue snorkeling kurang lebih dua jam, dari jam sebelas hingga jam satu siang. Waktu yang tepat untuk membakar kulit, hehehe.. Terbukti ampuh, karena punggung gue terbakar dengan sempurna. Kenapa cuma punggung? Ya habis cuma itu saja yang tidak gue bisa balur dengan sunblock. Ya masa Pak Pandi yang membalurkan? -__-“

Ternyata snorkeling itu mengakibatkan lapar yang luar biasa. Sampai gue pesan makanan ke pelayan dengan menyebutkan “Apa saja, yang penting cepat”. Dan makanan yang datang adalah: Nasi Goreng Telor Ceplok, bwehehehe.. Setelah mandi, gue berkeliling Gili Trawangan dengan menggunakan Cidomo. Cidomo itu singkatan dari Cikar Dokar Motor. Cikar itu gerobaknya, Dokar itu kudanya sedangkan Motor itu roda mobilnya *di sana mobil disebutnya motor, sedangkan motor disebutnya Honda. Bahkan ketika merknya Yamaha, ya sebutannya tetap Honda. Hehehe. .*. Jumlah Cidomo di pulau ini ada 33, tak boleh lebih dan tak boleh kurang. Gue lupa menanyakan alasannya..*sigh*

*source:mr-nyariadi.blogspot.com*

Setelah berkeliling, di Gili Trawangan gue menangkap beberapa hal. Di Gili ini tidak boleh ada kendaraan bermotor. Hanya Sepeda dan Cidomo yang boleh beroperasi sebagai alat transportasi. Yang ramai dengan penginapan hanya sebalah sisi dermaga. Sedangkan sisi lainnya masih sepi tapi sudah terlihat pembangunan beberapa penginapan. Bahkan katanya akan dibangun hotel bintang lima di sana. Kebanyakan pengunjung pada hari itu adalah wisatawan asing, jumlahnya sekitar 70-80persen dari total pengunjung. Gue tidak tau apakah karena hari senin, sehingga wisatawan lokal tidak terlalu banyak.

Sore hari, selesai berkeliling Gili Trawangan, gue kembali menuju hotel. Dengam mengambil jalan yang lain, gue melewati kawasan Pusuk. Di Pusuk Pass, kita bisa bertemu dengan monyet-monyet jinak. Mereka tak suka merampas barang seperti monyet di Bali. Mereka suka kacang kulit dan juga buah pisang. Mungkin karena terbiasa dengan makanan yang diberikan manusia. Mereka katanya cenderung malas untuk mencari makanan sendiri di dalam hutan.
DSC02066

Mengejar sunset di pantai Senggigi, gue dengan cepatnya menuju hotel. Namun, gue sempatkan untuk ke Pasar Seni Sayang-sayang untuk membeli oleh-oleh untuk orang tua, kakak dan teman-teman dekat gue. Selain pakaian yang bertuliskan Lombok. Oleh-oleh lainnya yang bisa dibawa adalah beberapa kerjainan seperti tas atau dompet dari kain tenun. Atau hasil kerajinan olahan dari kayu yang bisa dijadikan pajangan. Untuk oleh-oleh makanan ada Dodol dan Manisan Rumput Laut, Manisan Tomat, Kacang Lilit dan juga Madu lebah Putih. Setelah selesai berbelanja, ternyata sesampainya di Hotel, sunset masih bisa dikejar untuk diabadikan. Lagi-lagi gue dibuat takjub dengan pemandangannya.

DSC02074

DSC02083

DSC02096

Setelah pergi seharian, badan gue bawaannya pengen tidur saja. Mungkin karena jarang berolah raga jadinya mudah merasa letih. Jadi malam hari tak gue gunakan untuk berpetualang lagi. Gue berenang sebentar di kolam hotel. Kemudian saat malam makin larut, masih ditemani suara deburan ombak, gue pun tertidur hingga esok hari.

4 thoughts on “Gili Trawangan-Pusuk Pass-Sayang Sayang-Senggigi (Lombok Hari Kedua)

  1. Ketika gue ke sana Desember tahun lalu, kawasan pusuk pass masih rimbun dan monyetnya masih jinak dan tidak menyerang manusia. Sudah terlihat beberapa rumah dibangun di sekitarnya. Untuk penunjang wisata di sini gue pikir cukup kurang. Terlihat tidak adanya tempat peristirahatan dan lahan parkir yang memadai.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s